Akhirnya semua kan tiba pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kmejaku
Kabut tipispun turun pelan-pelan dilembah kasih
Lembah pandara wali…

Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram..
Meresapi belaian tangan ini menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dulu?
Ketikaku dekap, kau dekaplah lebih mesrah…
Lebih dekat…

Apakah kau masih kan berkata, ku dengar detak jangtungmu
Kita begitu berbeda dalam semua..
Kecuali dalam cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s